breastfeeding moms

Perjuangan ASI Eksklusif

Celoteh Mahmud (Bagian 2)

Kalau sebelumnya diceloteh mahmud bagian 1 saya lebih banyak menceritakan bagaimana proses yang saya lewati untuk mendapatkan buah hati, pada celoteh mahmud bagian 2 ini saya akan menuturkan bagaimana suka cita sekaligus rempongnya aktifitas mama baru bersama sang bayi.

Setelah proses operasi sesar selesai saya menjalani 4 hari masa perawatan plus pemulihan pasca melahirkan. Saya memang tidak menjalani proses inisiasi menyusui dini (IMD) karena Rian diberikan kepelukan saya untuk disusui dua jam setelah operasi selesai dan saya kembali kekamar perawatan.

Saat itu ada rasa haru bercampur bahagia ketika pertama kali menyusui bayi laki laki berbintang pisces ini. Perawat lantas mengajari saya bagaimana cara menyusui yang benar. Diawal awal kelahiran rian, produksi asi saya memang belum banyak tapi para perawat yang ramah ramah dirumah sakit itu tetap menganjurkan saya untuk terus menyusui agar menstimulasi hormon yang bertugas memproduksi asi sehingga nantinya perlahan asi akan keluar mengikuti kebutuhan asupan asi yang diperlukan bayi.

Bagi saya asi bukan hanya sekedar air susu ibu tapi asi adalah sebuah perjuangan. karena saya bertekad untuk dapat memberikan asi ekslusif pada rian dan kenyataanya memberikan asi eksklusif bukan perkara mudah.

Menikmati masa-masa menyusui
sumber foto : shutterstock

Ada masa-masa genting, masa masa panik, masa masa stresss yang mengiringi perjalanan saya memberikan asi ekslusif pada rian. Dihari kedua kelahiran rian, produksi asi saya belum banyak sementara si bayi semakin kuat minum susu layaknya orang yang kehausan. Pernah suatu hari rian rewel dan terus menangis mungkin karena haus dan asi saya masih sedikit karena rian terus menangis saya sebagai mamah baru ikutan panik. Orangtua saya dan ibu mertua saya juga tak kalah paniknya, waktu itu ibu mertua menyarankan saya menambah susu formula saja kalau asi saya belum keluar banyak agar rian tidak terus terusan menangis.

Tak lama kemudian perawat datang dan menenangkan rian yang menangis kencang, mbak perawat yang cukup telaten itu juga menenangkan saya. Saya dianjurkan untuk tetap tenang dan rileks ketika menyusui karena jika saya panik dan resah gundah gulana maka si bayi akan semakin rewel. Hmmm oke baiklah saya mencoba tenang sampai akhirnya rian tertidur digendongan saya.

Ketika rasa putus asa datang apakah bisa memberikan asi ekslusif pada rian, beruntung rumah sakit tempat saya melahirkan adalah rumah sakit yang pro asi. Perawat disana tetap menyemangati saya untuk hanya memberikan asi saja sampai bayi berumur 6 bulan. Terlebih saat itu produksi kolostrum saya (asi yang diproduksi diawal awal kelahiran bayi) sudah keluar dan kolostrum ini sangat penting untuk menjaga kekebalan daya tahan tubuh bayi.

Setelah diperbolehkan pulang kerumah berbagai hal dan sindrom pascaa melahirkan kembali saya rasakan. Belum hilang rasanya sakit sayatan dan jahitan pasca operasi sesar saya harus bergulat dengan ritme baru keseharian saya yaitu begadang dan rutinitas menyusui. Ritme tidur rian adalah jam 8 malam tidur bangun jam 11 malam trus tidur lagi bangun jam setengah 2 pagi tidur lagi bangun jam setengah empat gituu terus sampai kepala saya migren bangun,tidur,bangun,tidur mengikuti pola tidur bayi. Kantong mata jelas tambah item karena kurang tidur. Pada saat usia bayi 1-2 bulan saya merasa capek sekali, capek fisik dan mental ngurusin bayi. Tapi saya sadar dan istigfar karena dulu sebelum hamil saya begitu memohon mohonya pada Allah SWT, sekarang udah diberi amanat seorang anak saya malah sering ngeluh capek pada mamah saya dan tentunya ngeluh sama suami.

Rian si pipi menggemaskan

Rian adalah bayi asi maka durasi buang air kecilnya lebih sering. Dalam sehari saya mencuci 12 popok buang air kecilnya belum lagi ditambah ketika rian buang air besar, karena saya tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga maka kegiatan mencuci dan menyetrika popok dan baju baju rian saya lakukan sendiri. Belum lagi setiap dua jam sekali atau bahkan kurang dari dua jam rian akan menangis untuk segera disusui.

Saya hampir lupa kapan terakhir saya punya waktu untuk diri sendiri hampir semua waktu yang saya punya semua tercurah untuk rian. Saat ini semua harus dilakukan dengan cepat baik itu aktifitas makan, mandi dan lain lain takut keburu bayi nya nangis untuk minum asi atau sekedar ngelonin karena mau tidur. Memiliki bayi praktis membuat saya jarang keluar rumah bahkan untuk pergi main ke mall, bioskop dan menikmati segelas coklat panas dikafe tidak lagi bisa dilakukan demi mengurus buah hati yaaa semacam lagi jadi tahanan kota lah tapii saya menikmati proses ini karena waktu akan berjalan cepat dan nanti rian akan tumbuh menjadi laki laki dewasa yang akan asik dengan dunia nya, sekolahnya, pekerjaanya, pacarnya dan teman teman nya.

Dihari ke 10 setelah kelahiran rian barulah saat itu produksi asi saya mulai banyak tentunya dengan dukungan asupan makanan dan gizi yang saaya perhatikan sejak awal saya mulai menyusui. Karena saya belum kembali bekerja dan masih full mengurus rian, sampai saat ini saya belum memberikan rian asi perah, rian masih asik mengkonsumsi asi langsung dari wadahnya kalau ibarat bikin kue langsung fresh from the oven . ( bersambung ke Diet alami pakai ASI )

Sumber gambar utama : similac.com

4 Comments

  • Evanie July 8, 2017 Reply

    Berbagi cerita tentang perjuangan asi eksklusif ya mom, waktu kelahiran aira asiku juga tidak langsung keluar. Baru dihari ketiga asi keluar berupa rembesan tapi tetap bersyukur😀. Jadi tiap bangun dan menyusu dia nangis karena yg dia kenyot kosong😂😂 .. sempat juga stress, kawatir tidak bisa menyusui, ditambah lagi kondisi flat nipple.. haduhh😣😣. Tapi alhamdulillah sekarang lancar2 saja, aira sudah menyesuaikan dengan kondisi nipple.

    Hihi Sesama new mom, semangat mengASIhi yaaaa😘😘😘.
    Ditunggu postingan selanjutnya😉

    • @windyanggraina July 8, 2017 Reply

      Iya va asi eksklusif trnyata prjuangan banget yaa. Semangat tinggal sebentar lg asi eksklusifnya habis itu rian sama aira dah mulai mpasi deeh

  • Riana HS July 8, 2017 Reply

    halaaah… bersambung meneh… iseh rung iso disambi suwe2 ya Rian, hihihiii… ternyata rasanya sama yaaaa… hahahaa…

    • @windyanggraina July 8, 2017 Reply

      Iyo rung iso disambii ki riaan bawaanya nempeell kayak perangko hahaha, merasakan kerempongan yang samaa yaa buu hehe

Leave a Reply