Pulau Tanjung Gelam

Karimun Jawa Island, Terdampar Dipulau Eksotik Tak Berpenghuni

Tak berlebihan kiranya jika menyebut Indonesia sebagai surganya keindahan alam bawah laut yang sampai saat ini masih terjaga dan menjadi salah satu tujuan objek wisata favorit masyarakat lokal dan internasional. Salah satu objek wisata yang menawarkan keindahan panorama bawah laut yang tidak kalah dengan Bali, Lombok dan perairan dilaut Sulawesi adalah karimun jawa.

Bagi masyarakat yang tinggal dipulau jawa rasanya belum lengkap jika belum berkunjung ke karimun jawa, kepulauan yang terletak 83 kilometer dari kabupaten Jepara ini merupakan 1 dari 9 taman laut nasional Indonesia yang mengundang banyak pecinta olahraga air seperti selam dan snorkeling untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan menikmati 69 spesies kerang keras dan 353 spesies ikan karang yang hidup diperairan laut tropisnya.

Karimun Jawa Island

Karimun Jawa Island

Salah satu keunikan biota bawah laut yang terdapat dikepulauan yang memiliki luas perairan 110.000 hektar ini rupanya menyimpan satu spesies terumbu karang yang khas yang tidak dapat ditemui diperairan manapun. Spesies terumbu karang api dan karang jahe adalah satu dari sekian spesies khas kepulauan karimun jawa yang menjadi cirri perairan laut jawa ini. Spesies karang api tergolong spesies terumbu karang yang cukup berbahaya karena ketika tangan seseorang menyentuh terumbu karang ini, tangan akan terasa seperti terbakar dan melepuh. Terumbu karang ini didominasi warna coklat agak kekuningan dan sedikit menimbulkan kesan mengkilap seperti api. Jika melakukan penyelaman atau snorkeling sebaiknya tidak menyentuh terumbu karang jenis ini.

Selain karang api, spesies terumbu karang yang tidak kalah memikat yang terdapat diperairan karimun jawa adalah karang jahe yang memiliki beragam pilihan warna mulai dari warna biru, hitam. putih dan coklat. Karang jenis ini disebut karang jahe karena bentuknya yang menyerupai tumbuhan jahe. Ragam spesies terumbu karang yang terdapat dikepulauan karimun jawa tidak seluruhnya memiliki tipe karang keras. Beberapa masuk dalam golongan karang rapuh. Salah satu spesies karang yang rapuh dan mudah patah adalah karang opak yang berwarna biru dan hijau.

Karang ini tidak boleh asal disentuh karena karakteristiknya yang mudah patah. Pesona bawah laut karimun jawa tak lepas dari peran pemerintah yang menjaga kelestarian dan perkembangbiakan terumbu karang dengan cara-cara yang alami. Nelayan dilarang memancing ikan menggunakan bahan peledak karena secara otomatis dapat menghancurkan siklus hidup karang yang berfungsi sebagai tempat bersembunyi dan tempat mencari makan berbagai spesies ikan yang hidup diperairan dengan  kedalaman 35 meter ini.

Karimun Jawa Island

Karimun Jawa Island

Bagi para wisatawan yang ingin melihat keindahan bawah laut karimun jawa secara maksimal dapat berkunjung pada bulan Mei, Juli hingga September, karena pada bulan-bulan ini air laut akan berwarna putih bening sehingga terumbu karang dan spesies ikan dibawah laut terlihat dengan jelas. Proses perubahan air laut menjadi putih karena faktor perubahan ombak barat yang secara langsung membuat warna air tidak keruh jika dibandingkan ketika terjadi angin timur yang menyebabkan arus pasang dan membuat air laut menjadi keruh.

Selain kekayaan laut, karimun jawa memiliki keanekaragaman tumbuhan yang hidup didaratan seluas 1500 hektar. Tanah karimun yang subur membuat karimun terkenal dengan potensi tumbuhan jenis kayu yang cukup terkenal dan memiliki banyak manfaat bagi penduduk.

Masyarakat karimun memiliki 3 jenis pohon yang khas antara lain kayu stigi, stigi barek, kalimosodo dan kayu dewadaru. Perbedaan kayu stigi dengan stigi barek terletak pada jenis ukiran yang terdapat pada kayu tersebut. Kayu stigi tidak memiliki ukiran sedangkan kayu stigi barek memiliki bentuk ukiran yang khas.

“ Kayu stigi biasanya dimanfaatkan penduduk sebagai bahan pembuatan beragam souvenir khas karimun seperti tasbih dan lain-lain. Selain kayu stigi, kayu lain yang menjadi cirri dikepulauan karimun adalah kayu dewadaru. Bagi masyarakat karimun, kayu dewadaru memiliki nilai histori dan menjadi kayu yang dikeramatkan karena kayu ini sangat kuat dan berat,” ujar Achmad Chosidi, guide lokal karimun jawa ketika ditemui beberapa waktu lalu.

pulau tanjung gelam

pulau tanjung gelam

Menurut Achmad, kayu dewadaru ini hanya tumbuh diwilayah kepulauan karimun jawa dan tidak dapat dibawa keluar pulau karimun jawa. Entah karena faktor pasir karimun yang memang memungkinkan tumbuhnya kayu yang dapat mencapai ketinggian 30 meter ini ataukah terdapat unsur lain yang pada akhirnya membuat kayu yang termasuk dalam anggota suku mangis-mangisan ini benar-benar sulit dibawa keluar dari karimun jawa.

Berbagai cerita mistis pun turut mewarnai perjalanan kayu yang dapat digunakan untuk pembuatan bantalan rel kerata api dan cocok digunakan untuk bahan pembuatan bangunan karena memiliki struktur yang kuat dan bernilai ekonomis tinggi. Kayu dewadaru sebelumnya pernah dicoba untuk dibawa keluar pulau karimun untuk dijual ke Jepara. Namun entah mengapa ditengah perjalanan penyebrangan laut dari pulau karimun ke Jepara, kapal pengangkut kayu-kayu dewadaru ini pecah meski saat itu tidak ada angin besar atau tengah terjadi cuaca buruk. Cerita-cerita semacam ini kemudian berkembang dalam masyarakat karimun dan membuat keberadaan kayu dewadaru tetap pada tempatnya didataran rendah karimun hingga saat ini.

Kepulauan karimun secara keseluruhan terdiri dari 27 pulau. 9 pulau dihuni penduduk dan 6  pulau lainya adalah pulau pribadi. Pulau-pulau pribadi tersebut adalah pulau gleang, nyawaan, pulau tengah, pulau kecil, pulau sambangan dan pulau saruni. Dipulau kecil, wisatawan dapat melihat resort-resort terapung dengan hamparan pasir putih yang memanjakan mata. Jika anda pecinta dan penikmat sunset, berkunjunglah ke pulau tanjung gelam untuk menikmati sunset yang tenggelam dengan sempurna menjelang senja.

Keberadaan pulau-pulau pribadi yang menjadi hak milik penuh perseorangan yang semakin marak dikepulauan karimun bukan tanpa masalah. Pulau-pulau milik pribadi ini menjadi pulau yang eksklusif dan tertutup bagi wisatawan yang datang dan ingin menikmati panorama indah dipulau-pulau tersebut.

“ Awalnya tak banyak pulau-pulau tak berpenghuni yang terdapat dikepulauan karimun menjadi pulau pribadi. Namun seiring perkembangan zaman dan melihat potensi karimun jawa yang kini tengah menggeliat sebagai objek wisata yang cukup digemari wisatawan, akhirnya membuat para pemilik pulau menjadikan pulau mereka sebagai resort bahkan mendirikan tempat pendaratan pesawat pribadi atau carteran yang memang disewa khusus bagi para tamu eksklusif,” tutur Rezky Resaldi Putra, Tour Leader Karimun Jawa Beach Adventure.

Menurut Rezky, beberapa pulau pribadi adalah pulau yang terbilang tertutup bagi wisatawan. Secara tidak langsung tidak semua wisatawan dapat dengan mudah masuk dan menikmati pulau tak berpenghuni yang telah berubah menjadi pulau pribadi tersebut secara leluasa. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat banyak wilayah dikepulauan karimun yang memang menjanjikan suasana pulau-pulau yang masih asri dan belum terjamah polusi akibat pencemaran udara ataupun pencemaran lingkungan.

dermaga pulau kecil

dermaga pulau kecil

Salah satu faktor penggerak pariwisata adalah masyarakat. Hal ini rupanya dipahami betul oleh masyarakat karimun jawa yang memiliki karakter terbuka dan ramah pada setiap tamu yang datang berkunjung. Tak jarang para tamu lebih memilih menginap dirumah-rumah penduduk untuk merasakan kehidupan nyata masyarakat karimun yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Hubungan ini lantas menciptakan keharmonisan antara penduduk dengan para tamu yang akhirnya merasa nyaman menghabiskan waktu liburan dikepulauan yang dihuni 19 ribu penduduk ini.

Salah satu bukti nyata keterbukaan dan peran aktif masyarakat untuk memajukan sektor pariwisata diwilayah karimun jawa adalah dengan dilibatkanya para guide-guide lokal untuk mengawal para tamu yang datang berkunjung. Terutama para tamu yang memilih wisata bahari dikepulauan karimun dan ingin melakukan snorkeling atau diving diperairan laut karimun. Keterlibatan guide lokal sangat berguna karena hanya masyarakat setempat lah yang paling mengetahui keadaan geografis kepulauan tempat mereka tinggal.

Leave a Reply